Hitam Putih


 "jadilah wanita yang kuat, wanita yang tangguh"  -Anonim

Mimpi memang tidak selamanya indah dan menjadi nyata. Sekarang aku tersadar, untuk terakhir kalinya perasaanku mulai lepas terhadapnya. Sempat terpikirkan dalam benakku apakah ada kesempatan kedua bagiku? Namun seperinya takdir berkata lain.

Untuk pertama kalinya aku merasakan sebuah kehangatan dengan orang yang kusukai, berbagi rasa bersamanya, bercerita dengannya, dan merasaan betapa indahnya sebuah rasa. 

Moment yang singkat telah memberikanku pelajaran. Tidak seharusnya dia menyia-nyiakan perasaan ini. Terbenak dipikiranku, apakah selama ini aku yang salah karena telah menyimpan rasa padanya? Akankah rasa ini terbalas di kemudian hari? Atau justru rasa ini hanya akan tetap terkubur dalam luka?

Rasa sakit yang membuat dadaku sesak, pikiran terganggu oleh kenangan manis bersamanya. Aku rasa aku tidak menyesal. Kenangan itu, walau tidak semuanya manis, namun itu memberikan kesan yang berarti dalam hidupku. 

Senyum manisnya selalu terbayang di pikiranku, betapa hangat bersamanya. Betapa berharganya waktu yang telah kulalui bersamanya. Rasa peduli yang kadang dimunculkan olehnya membuatku sangat menghargai betapa berharganya kenangan singkat itu. 

Kini ceritaku bersamanya telah usai. Ku pendam semua rasa itu sendiri. Mungkin ada baiknya aku juga sedikit egois pada perasaan ini.

Popular posts from this blog

Good bye

Ragu

Luka 2.0