Ragu
Aneh sekali, pikiran kacau balau Ada rasa yg ingin kuhentikan, padahal belum kulalui Rasa ingin menyampaikan isi hati dengan lisan begitu berat, sehingga kubuat dengan tulisan. Seperti jiwa yang kosong, kekosongan yang membuat tak ingin dan tak siap. Tidak siap terjun pada sebuah seni yang indah. Walau berkali kali kubuat diriku kuat dan yakin pada pendirian. Seperti ada yang tidak dapat kutinggalkan. Ada hal yg telah lama kuperjuangkan. Tidak mudah melepaskannya begitu aja. Kenangan indah nan pahit ku lalui. Kenangan yang membuatku terpikirkan akan indahnya mentari. Berubah menjadi badai malam yang gelap dan dingin. Tidak ada kata terlambat untuk bangkit. Namun tali merah mengikat paksa akan dinginnya malam. Hati rapuh, pikiran kacau, semangat sirna. Apakah aku siap pada kenyataan ini?