Posts

Ragu

 Aneh sekali, pikiran kacau balau Ada rasa yg ingin kuhentikan, padahal belum kulalui Rasa ingin menyampaikan isi hati dengan lisan begitu berat, sehingga kubuat dengan tulisan. Seperti jiwa yang kosong, kekosongan yang membuat tak ingin dan tak siap. Tidak siap terjun pada sebuah seni yang indah. Walau berkali kali kubuat diriku kuat dan yakin pada pendirian. Seperti ada yang tidak dapat kutinggalkan. Ada hal yg telah lama kuperjuangkan. Tidak mudah melepaskannya begitu aja. Kenangan indah nan pahit ku lalui. Kenangan yang membuatku terpikirkan akan indahnya mentari. Berubah menjadi badai malam yang gelap dan dingin. Tidak ada kata terlambat untuk bangkit. Namun tali merah mengikat paksa akan dinginnya malam.  Hati rapuh, pikiran kacau, semangat sirna. Apakah aku siap pada kenyataan ini? 

Memaknai keikhlasan

 Untuk kesekian kali nya, sindiran itu menampar diriku. Perihal memaknai sebuah keikhlasan. Aku tidak tau pasti, apakah keikhlasan itu ditanamkan dalam sebuah blanko saat itu. Sebuah kata sederhana, namun sangat membuatku tergerak untuk menuliskan isi hati. Dalam diri terteguh rasa ingin lepas, namun terikat sebuah garis takdir. Apakah seharusnya saat itu aku menolaknya? Berkali kali kata itu berbisik dalam pikiranku. Apakah ini adalah jawaban yg tepat dari pertanyaan yg telah lama ku pendam? Ada sebuah arti yg tidak ku ketahui, ada sebuah janji tanpa kusadari. Harus kuapakan arti itu? Bagaimana cara agar janji dapat kutepati? Apakah ini benar takdirku? Apakah ini benar jalan yg harus ku telusuri? Bertanya arti hidup hanya bisa kusampaiakan pada yg maha kuasa.  Harus aku apakan nasib ini agar berjalan sesuai dengan yg ku inginkan.

Luka 2.0

Untuk kedua kalinya rasa sakit ini terjadi, entah luka ini akan sedalam apa, aku tidak tau. Goresan demi goresan terukir dalam perasaan ini. Hujan membawa turun air mata dan membanjiri pipi. Aku benar benar tidak faham, ada batasan yang tidak bisa dia langkahi. Ada iqrar yang tidak bisa dibatalkan. Ada perasaan yang tidak dapat terungkapkan. Hanya cinta dalam diam yang dapat dirasakan Perasaan ini seharusnya tetap terus tertanam dan tidak pernah tumbuh. Angin kencang menjadi derita untuk tumbang. Sedikitnya yang dapat bertahan. Walau hujan terus berjatuhan Pertemuan singat membawa banyak kisah. Sekiranya sebulan hanya sekali. Namun terikat komitmen yang mendarah nadi. Ingin rasanya sesak ini pergi, keyakinan pada diri sendiri untuk tidak menangis hanya karna kehilangan tidak dapat dipungkiri. Naluri seorang wanita tidak dapat dihindari. Walau perasaan sempat mati. Biarlah waktu yang menjawab semua derita ini. Ada kisah yang tidak pernah kita tau. Ada luka yang akan sembuh dengan sendir...

Good bye

  2020. Tahun yang menyimpan banyak kenangan untukku.  Tahun yang memberikan pelajaran berarti untukku. Tahun yang akan sangat kurindukan setelah ini. Sedikit cerita di akhir 2020 ini  Kenangan manis dan pahit begitu terasa dalam lidahku. Begitu banyak pelajaran berarti yang selalu ku ambil hikmahnya. Aku benar2 menikmati hal itu. Pelajaran yang singkat namun begitu menyakitkan untuk dilalui juga dirasakan olehku. Begitu pahitnya sebuah kopi dan es krim manis yang membuat lidahku menari. 2020.  Aku bertemu seseorang yang mewarnai masa SMA ku. Walaupun singkat, namun kuakui itu hal yang membuatku bahagia dan menyakitkan bagiku di saat terakhir aku memiliki perasaan kepadanya aku bersyukur pernah terlibat dengannya. Karna itu aku belajar untuk jangan mudah menaruh hati pada seseorang yang tidak menganggapmu dihatinya.  Aku merasakan sebuah jatuh dan bangkit dari sebuah masalah. Menggenggam amanah yang terikat olehku. Melewati keterpurukan sebuah masalah dan kebang...