Luka 2.0
Untuk kedua kalinya rasa sakit ini terjadi, entah luka ini akan sedalam apa, aku tidak tau. Goresan demi goresan terukir dalam perasaan ini. Hujan membawa turun air mata dan membanjiri pipi.
Aku benar benar tidak faham, ada batasan yang tidak bisa dia langkahi. Ada iqrar yang tidak bisa dibatalkan. Ada perasaan yang tidak dapat terungkapkan. Hanya cinta dalam diam yang dapat dirasakan
Perasaan ini seharusnya tetap terus tertanam dan tidak pernah tumbuh. Angin kencang menjadi derita untuk tumbang. Sedikitnya yang dapat bertahan. Walau hujan terus berjatuhan
Pertemuan singat membawa banyak kisah. Sekiranya sebulan hanya sekali. Namun terikat komitmen yang mendarah nadi.
Ingin rasanya sesak ini pergi, keyakinan pada diri sendiri untuk tidak menangis hanya karna kehilangan tidak dapat dipungkiri. Naluri seorang wanita tidak dapat dihindari. Walau perasaan sempat mati.
Biarlah waktu yang menjawab semua derita ini. Ada kisah yang tidak pernah kita tau. Ada luka yang akan sembuh dengan sendirinya. Ada tawa setelah tangisan.
Semoga kisah kami tidak berhenti sampai disini.